Sabtu, 19 Februari 2011

Kerinduan Tak Terbalas


Saat bulan harus dibagi
Pada bintanglah aku mencari keterangan
Saat kerinduan menyayat hati
Kepadamu aku berlabuh menggapai penantian

Besar cinta yang ku rasakan
Tak sepadan dengan keikhlasanmu menjadi imam
Karna dulu kau mendekap dihatiku, bersangkar dalam fikiraanku, berpadu dalam darahku, hingga terlukis sebuah kata “CINTA” meskipun kau bukan milikku kini.

Butiran air mata tak berdosa pun menjadi saksi kerinduanku Menggumpalkan tekad tuk bertemu menjadi hal yang tak bertuan Amarahpun berkobar tuk mengadu, menjadikan rasa piluku tat kala ku dengar sayup kau bersanding denganya.  Ketegaranpun menegakanku.

Keangkuhan, mendiamkanku. Kebutaan, meneriakanku akan suatu hal yang amat pedih dan tersadar bahwa kau terlalu indah untuk aku miliki.

Untukmu pangeran kerinduanku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar